
Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) program GIAT 14 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying dan kenakalan remaja di SD Negeri Diwak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembinaan karakter siswa sejak usia sekolah dasar.
Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan siswa kelas 5 dan kelas 6 sebagai peserta utama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN UNNES GIAT 14 di lingkungan sekolah.
Tujuan dan Latar Belakang Kegiatan
Sosialisasi anti-bullying dan kenakalan remaja bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap dinamika interaksi sosial siswa kelas atas yang mulai berkembang dan berpotensi menimbulkan konflik antar teman.
Materi kegiatan disusun berdasarkan kondisi yang sering ditemui di lingkungan sekolah, khususnya terkait interaksi antar siswa yang berpotensi mengarah pada perundungan maupun pelanggaran tata tertib sekolah.
Penyampaian Materi kepada Siswa

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian perundungan, yang dijelaskan sebagai tindakan menyakiti orang lain secara sengaja, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.
Mahasiswa KKN juga memberikan contoh bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti saling mengejek, memanggil nama orang tua, mengucilkan teman, hingga konflik antar siswa. Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai dampak perundungan, baik bagi korban maupun pelaku, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan proses belajar di sekolah.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kenakalan remaja yang dapat muncul sejak usia sekolah dasar, seperti perkelahian antar teman dan pelanggaran terhadap aturan sekolah. Penyampaian materi dikemas dalam bentuk dialog interaktif agar siswa lebih aktif dan berani menyampaikan pendapat.
Respons dan Dukungan Pihak Sekolah

Kepala SD Negeri Diwak, Sutarni, menyampaikan bahwa persoalan perundungan dan kenakalan antar siswa merupakan hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN UNNES GIAT 14 memberikan dukungan tambahan bagi sekolah dalam memperkuat pembinaan karakter siswa.
Ia menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki program pembinaan karakter yang dilaksanakan secara rutin, sementara kegiatan sosialisasi dari mahasiswa KKN berperan sebagai penguatan dan pengingat bagi siswa.
Pihak sekolah juga menilai bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat jangka panjang, karena pembinaan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan serta pendampingan dari guru dan lingkungan sekolah.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying dan kenakalan remaja ini, diharapkan siswa SD Negeri Diwak dapat semakin memahami pentingnya menjaga sikap dalam pergaulan serta saling menghargai antar sesama.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, guru, dan pihak sekolah diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, ramah, dan bebas dari praktik perundungan maupun perilaku menyimpang, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.